Sby
Sby

Sby

Yang
Yang

Yang

Akhirnya
Akhirnya

Akhirnya

tali
 tali

tali

dan
 dan

dan

/tv/
 /tv/

/tv/

gan
gan

gan

muslims
muslims

muslims

jawas
jawas

jawas

dans
dans

dans

๐Ÿ”ฅ | Latest

Tionghoa: TOOLONMENSION Grenosida Etnis Tionghoa Tahun 1740 HUMANDoD Pembantaian etnis Tionghoa yang terjadi di tahun 1740 memang tak banyak diketahui orang. Bisa jadi di sekolah pun tak akan diajarkan. Namun di masa lalu, kasus pembantaian ini cukup membuat suasana tanah air jadi geger Pembantaian ini didasari oleh isu politik yang membuat Belanda, dalam hal ini atas kemauan VOC, mulai kalah bersaing dalam urusan perdagangan dengan Inggris. Saat itu EIC sebuah perusahaan perdagangan Inggris berbasis di India mulai mengambil perdagangan Asia. Nasib sial justru menimpa etnis Tionghoa. Mereka yang mulai datang dan berkembang di Indonesia jadi bulan-bulanan VOC. Akhirnya pedagang Tionghoa ini dikenakan banyak pungli dan pajak yang sangat merugikan. Menanggapi hal ini beberapa kelompok pemuda Tionghoa memprotes. Tapi protes mereka tak berjalan lama karena Belanda lebih mengamuk dan mulai melakukan pembantaian mengerikan. Belanda memprovokasi warga lokal untuk membantai orang Tionghoa Siapa saja yang mampu memenggal kepalanya akan dapat hadiah. Selain itu tentara Belanda juga mulai menyisir area tempat orang Tionghoa tinggal. Mereka mendobrak pintu dan menembaki siapa saja yang ada di dalamnya. Dalam peristiwa ini lebih dari 7.500 jiwa melayang dengan cepat. Setelah kasus ini Belanda mengharuskan orang China membangun daerahnya sendiri. Mereka dilarang keluar kota untuk berdagang. Itulah mengapa di setiap kota besar selalu ada pojok-pojok pecinan. Sumber: http:-www.sayakasihtahu.com
Tionghoa: TOOLONMENSION
 Grenosida
 Etnis Tionghoa
 Tahun 1740
HUMANDoD Pembantaian etnis Tionghoa yang terjadi di tahun 1740 memang tak banyak diketahui orang. Bisa jadi di sekolah pun tak akan diajarkan. Namun di masa lalu, kasus pembantaian ini cukup membuat suasana tanah air jadi geger Pembantaian ini didasari oleh isu politik yang membuat Belanda, dalam hal ini atas kemauan VOC, mulai kalah bersaing dalam urusan perdagangan dengan Inggris. Saat itu EIC sebuah perusahaan perdagangan Inggris berbasis di India mulai mengambil perdagangan Asia. Nasib sial justru menimpa etnis Tionghoa. Mereka yang mulai datang dan berkembang di Indonesia jadi bulan-bulanan VOC. Akhirnya pedagang Tionghoa ini dikenakan banyak pungli dan pajak yang sangat merugikan. Menanggapi hal ini beberapa kelompok pemuda Tionghoa memprotes. Tapi protes mereka tak berjalan lama karena Belanda lebih mengamuk dan mulai melakukan pembantaian mengerikan. Belanda memprovokasi warga lokal untuk membantai orang Tionghoa Siapa saja yang mampu memenggal kepalanya akan dapat hadiah. Selain itu tentara Belanda juga mulai menyisir area tempat orang Tionghoa tinggal. Mereka mendobrak pintu dan menembaki siapa saja yang ada di dalamnya. Dalam peristiwa ini lebih dari 7.500 jiwa melayang dengan cepat. Setelah kasus ini Belanda mengharuskan orang China membangun daerahnya sendiri. Mereka dilarang keluar kota untuk berdagang. Itulah mengapa di setiap kota besar selalu ada pojok-pojok pecinan. Sumber: http:-www.sayakasihtahu.com

HUMANDoD Pembantaian etnis Tionghoa yang terjadi di tahun 1740 memang tak banyak diketahui orang. Bisa jadi di sekolah pun tak akan diaja...

Tionghoa: DARK SIDE DIMENSION Wisma Erni Bangunan Tua di Malan yang Dihuni Aantu HUMANDoD Selain tempat wisata, di Malang juga terdapat beberapa tempat angker yang sering dijadikan tempat wisata mistis bagi wisatawan yang suka dengan hal-hal yang berbau horor dan seram, salah satunya adalah Wisma Erni. Wisma Erni dikenal sebagai bangunan tua yang konon katanya dihuni oleh makhluk tak kasat mata. Terlepas benar atau tidak, berikut ada beberapa penjelasan kenapa sampai Wisma yang berada di daerah Lawang ini bisa diangkap angker. Beredar kabar bahwa Wisma Erni ini dibangun diatas kuburan oleh orang Tionghoa dan semua keluarga penghuni rumah megah ini dibantai tanpa diketahui penyebabnya. Semua penghuninya meninggal dunia, termasuk Erni yaitu istri pemilik rumah tersebut. Sejauh ini belum ada orang ataupun pihak yang bisa memastikan kebenaran tentang kisah pembantaian yang terjadi dirumah tersebut. Hal ini karena kejadiannya sudah lama terjadi yaitu sekitar tahun 80-an, tapi yang pasti kisah inilah yang menjadi awal mula kisah seram di Wisma Erni. Sejak itu, Wisma Erni tidak pernah dihuni oleh siapapun. Tapi katanya arwah sang istri yaitu Erni masih berada di rumah ini, arwah Erni sering menampakan dirinya duduk di balkon lantai 2. Hal ini dibenarkan oleh beberapa saksi mata yang pernah melihat sekilas sosok wanita yang memakai baju berwarna putih sedang berdiri di balkon lantai 2, tapi saat diperhatikan lagi untuk memastikan, sosok tersebut tiba-tiba menghilang begitu saja. Selain itu, ada juga cerita dari salah satu warga disekitar Wisma tersebut yang mengatakan dulu pernah ada tamu Wisma yang mendengar suara musik yang berasal dari dalam Wisma Erni ini. Tapi setelah dilihat, ternyata ada sosok noni Belanda yang sedang menari dengan kaki yang mengambang alias kakinya tidak menapak ke tanah. Kisah seram di Wisma Erni justru membuat banyak orang penasaran dan tertarik mengunjunginya, bahkan beberapa di antaranya ada yang hunting foto disana. Makanya kini, bangunan yang berada di kawasan Lawang di Malang ini tidak selalu sepi. Banyak komunitas-komunitas yang datang ke tempat ini, bahkan beberapa acara TV swasta yang bertema horor dan mistis pernah syuting disini. Sumber: http:-wowasiknya.com
Tionghoa: DARK SIDE
 DIMENSION
 Wisma Erni
 Bangunan Tua
 di Malan
 yang Dihuni Aantu
HUMANDoD Selain tempat wisata, di Malang juga terdapat beberapa tempat angker yang sering dijadikan tempat wisata mistis bagi wisatawan yang suka dengan hal-hal yang berbau horor dan seram, salah satunya adalah Wisma Erni. Wisma Erni dikenal sebagai bangunan tua yang konon katanya dihuni oleh makhluk tak kasat mata. Terlepas benar atau tidak, berikut ada beberapa penjelasan kenapa sampai Wisma yang berada di daerah Lawang ini bisa diangkap angker. Beredar kabar bahwa Wisma Erni ini dibangun diatas kuburan oleh orang Tionghoa dan semua keluarga penghuni rumah megah ini dibantai tanpa diketahui penyebabnya. Semua penghuninya meninggal dunia, termasuk Erni yaitu istri pemilik rumah tersebut. Sejauh ini belum ada orang ataupun pihak yang bisa memastikan kebenaran tentang kisah pembantaian yang terjadi dirumah tersebut. Hal ini karena kejadiannya sudah lama terjadi yaitu sekitar tahun 80-an, tapi yang pasti kisah inilah yang menjadi awal mula kisah seram di Wisma Erni. Sejak itu, Wisma Erni tidak pernah dihuni oleh siapapun. Tapi katanya arwah sang istri yaitu Erni masih berada di rumah ini, arwah Erni sering menampakan dirinya duduk di balkon lantai 2. Hal ini dibenarkan oleh beberapa saksi mata yang pernah melihat sekilas sosok wanita yang memakai baju berwarna putih sedang berdiri di balkon lantai 2, tapi saat diperhatikan lagi untuk memastikan, sosok tersebut tiba-tiba menghilang begitu saja. Selain itu, ada juga cerita dari salah satu warga disekitar Wisma tersebut yang mengatakan dulu pernah ada tamu Wisma yang mendengar suara musik yang berasal dari dalam Wisma Erni ini. Tapi setelah dilihat, ternyata ada sosok noni Belanda yang sedang menari dengan kaki yang mengambang alias kakinya tidak menapak ke tanah. Kisah seram di Wisma Erni justru membuat banyak orang penasaran dan tertarik mengunjunginya, bahkan beberapa di antaranya ada yang hunting foto disana. Makanya kini, bangunan yang berada di kawasan Lawang di Malang ini tidak selalu sepi. Banyak komunitas-komunitas yang datang ke tempat ini, bahkan beberapa acara TV swasta yang bertema horor dan mistis pernah syuting disini. Sumber: http:-wowasiknya.com

HUMANDoD Selain tempat wisata, di Malang juga terdapat beberapa tempat angker yang sering dijadikan tempat wisata mistis bagi wisatawan y...

Tionghoa: Gadis Cantik ini Pilih Jadi Petani Demi Hidupi Keluarganya Rabu, 11 Februari 2015 05:24 LINE Diswipe guys >>>> TRIBUN-TIMUR.COM - Wang Lin Na adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun tinggal di sebuah desa Luoyang di dekat Kota Songxian, China. Ia tampak tak seberuntung gadis-gadis remaja lainnya. Sebagaimana dikutip dari tionghoa.info, pada saat gadis-gadis remaja lainnya sedang asyik bersekolah dan bermain, gadis ini harus memikul beban yang cukup berat. Bagaimana tidak, ayah dan ibunya dalam keadaan sakit, sehingga tidak sepenuhnya mampu menghidupi kehidupan keluarga mereka. Ia juga merawat kedua adiknya yang masih kecil dan kedua orang tuanya yang sedang sakit, terutama ibunya yang mempunyai penyakit ginjal. Hanya adiknya yang kedua yang terkadang membantunya, itupun terbatas karena adiknya masih belum mampu melakukan pekerjaan tertentu. Tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil yang keadaannya cukup memprihatinkan tidak membuat gadis ini patah arang. Selain pekerjaan sehari-hari yang harus ia lakukan, ia pun harus mengantar adiknya ke sekolah, menungguinya, dan mengajarinya saat di rumah. Wang Lin Na, nama gadis itu, paras cantik tidak membuatnya bermalas-malasan. Kondisi keluarga yang tidak memungkinkan membuat ia harus membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Patut dicontoh memang, perjuangan sang gadis yang usianya masih remaja ini. salaminspirasi sobatku Point yg terpenting dari kisah ini. Cintai keluargamu, lakukan terbaik untuk kebahagiaan keluargamu, dan hiduplah secukupnya seperti kamu bersyukur hari ini atas nikmat yg Tuhan beri. ๐Ÿ˜Š
Tionghoa: Gadis Cantik ini Pilih
 Jadi Petani Demi Hidupi
 Keluarganya
 Rabu, 11 Februari 2015 05:24
 LINE
Diswipe guys >>>> TRIBUN-TIMUR.COM - Wang Lin Na adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun tinggal di sebuah desa Luoyang di dekat Kota Songxian, China. Ia tampak tak seberuntung gadis-gadis remaja lainnya. Sebagaimana dikutip dari tionghoa.info, pada saat gadis-gadis remaja lainnya sedang asyik bersekolah dan bermain, gadis ini harus memikul beban yang cukup berat. Bagaimana tidak, ayah dan ibunya dalam keadaan sakit, sehingga tidak sepenuhnya mampu menghidupi kehidupan keluarga mereka. Ia juga merawat kedua adiknya yang masih kecil dan kedua orang tuanya yang sedang sakit, terutama ibunya yang mempunyai penyakit ginjal. Hanya adiknya yang kedua yang terkadang membantunya, itupun terbatas karena adiknya masih belum mampu melakukan pekerjaan tertentu. Tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil yang keadaannya cukup memprihatinkan tidak membuat gadis ini patah arang. Selain pekerjaan sehari-hari yang harus ia lakukan, ia pun harus mengantar adiknya ke sekolah, menungguinya, dan mengajarinya saat di rumah. Wang Lin Na, nama gadis itu, paras cantik tidak membuatnya bermalas-malasan. Kondisi keluarga yang tidak memungkinkan membuat ia harus membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Patut dicontoh memang, perjuangan sang gadis yang usianya masih remaja ini. salaminspirasi sobatku Point yg terpenting dari kisah ini. Cintai keluargamu, lakukan terbaik untuk kebahagiaan keluargamu, dan hiduplah secukupnya seperti kamu bersyukur hari ini atas nikmat yg Tuhan beri. ๐Ÿ˜Š

Diswipe guys >>>> TRIBUN-TIMUR.COM - Wang Lin Na adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun tinggal di sebuah desa Luoyang di dekat Kot...

Tionghoa: IDN IMES Foto: Pimentious Suara Millennial Dulu, ada kebiasaan masyarakat Tionghoa dan Indonesia yaitu saling bertukar resep makanan khas masing-masing. Lalu lahir beberapa makanan hasil akulturasi kuliner dari dua budaya, salah satunya Lontong Cap Go Meh. Sejarah munculnya lontong cap go meh ini ada dua versi yang sama-sama. Versi yang kedia ada pada ketertatikan warga Tionghoa yang tinggal di Indonesia akan kebudayaan masyarakat muslim di Indonesia yang suka makan ketupat ketika lebaran Idul Fitri. . Ketupat yang berasal dari budaya kuliner Jawa ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Tionghoa peranakan hingga mereka ingin merasakan makanan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa ketupat ini memiliki rasa yang sama dengan lontong, yang kadang juga dimakan bersama opor ayam atau sambal goreng ati dan juga telur rebus, masyarakat Tionghoa peranakan mulai mengembangkan konsep dari makanan khas lebaran itu dengan style khas sendiri, tanpa harus kehilangan filosofi dan rasa khas dari ketupat. . Lalu, lahirlah lontong cap go meh. Nah, konon katanya, bentukan ketupat ini juga menginspirasi warga Tionghoa peranakan untuk membuat lontong dalam bentuk segitiga. Seperti yang saat ini banyak tersebar di Jawa bagian pesisir utara. . Follow juga @idntimes I @idntimes.viral I @popbela_com I @popbelabeauty I @idn.tv . IDNTimes SuaraMillennial rahasiagadis lovestory relationshipgoals relationship kamuharustau ceritacinta bridestory infokesehatan hidupsehat indo_psikologi psikologi gayahidup tips jakarta bandung surabaya jogjakarta bali balikpapan medan
Tionghoa: IDN IMES
 Foto: Pimentious
 Suara Millennial
 Dulu, ada kebiasaan masyarakat Tionghoa dan
 Indonesia yaitu saling bertukar resep makanan
 khas masing-masing. Lalu lahir beberapa
 makanan hasil akulturasi kuliner dari dua budaya,
 salah satunya Lontong Cap Go Meh.
Sejarah munculnya lontong cap go meh ini ada dua versi yang sama-sama. Versi yang kedia ada pada ketertatikan warga Tionghoa yang tinggal di Indonesia akan kebudayaan masyarakat muslim di Indonesia yang suka makan ketupat ketika lebaran Idul Fitri. . Ketupat yang berasal dari budaya kuliner Jawa ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Tionghoa peranakan hingga mereka ingin merasakan makanan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa ketupat ini memiliki rasa yang sama dengan lontong, yang kadang juga dimakan bersama opor ayam atau sambal goreng ati dan juga telur rebus, masyarakat Tionghoa peranakan mulai mengembangkan konsep dari makanan khas lebaran itu dengan style khas sendiri, tanpa harus kehilangan filosofi dan rasa khas dari ketupat. . Lalu, lahirlah lontong cap go meh. Nah, konon katanya, bentukan ketupat ini juga menginspirasi warga Tionghoa peranakan untuk membuat lontong dalam bentuk segitiga. Seperti yang saat ini banyak tersebar di Jawa bagian pesisir utara. . Follow juga @idntimes I @idntimes.viral I @popbela_com I @popbelabeauty I @idn.tv . IDNTimes SuaraMillennial rahasiagadis lovestory relationshipgoals relationship kamuharustau ceritacinta bridestory infokesehatan hidupsehat indo_psikologi psikologi gayahidup tips jakarta bandung surabaya jogjakarta bali balikpapan medan

Sejarah munculnya lontong cap go meh ini ada dua versi yang sama-sama. Versi yang kedia ada pada ketertatikan warga Tionghoa yang tinggal...

Tionghoa: Century Eggs Telur Ratusan Tahun yang Dahsyat Lezatnya Jangan mengaku penikmat kuliner khas Tionghoa jika belum menyantap century egg (telur abadi). Sejumlah kalangan menyebut telur ini dengan one thousand year egg karena proses pembuatan yang cukup memakan waktu. Disimpan dalam waktu yang cukup lama hingga berabad-abad. Karena itu disebut century egg. Menurut legenda, century egg sudah ada sejak zaman Dinasti Ming di Cina. Penemu sajian berbahan telur bebek, puyuh, dan ayam adalah seorang warga dari Hunan yang menemukan sebutir telur bebek tersisa di kolam renang atau kapur mati lalu membuka cangkang dan menyantap telur itu. Karena cukup banyak masyarakat yang percaya akan legenda itu, mereka pun melakukan uji coba sendiri. Direndamlah telur ayam, bebek, atau puyuh yang baru menetas ke dalam rendaman air garam yang dicampur abu, kapur, dan sekam padi. Setelah melewati waktu perendaman selama tiga hingga lima minggu, tekstur dari century egg itu akan berubah tidak seperti telur kebanyakan. Kuning telur terasa lebih creamy, tekstur yang mirip keju, dan daging telur berwarna putih berubah jadi gelap sedikit kenyal mirip agar-agar. Ada juga yang menamai egg century ini dengan Thai khai Yiao Ma yang jika diterjemahkan menjadi telur urin kuda. Sebab, telah terjadi kesalahpahaman di antara masyarakat Cina yang menganggap century egg ini direndam ke dalam air seni kuda. Kesalahpahaman muncul akibat bau century egg yang terlalu menyengat. Sumber: terselubung.in
Tionghoa: Century Eggs
 Telur Ratusan Tahun
 yang Dahsyat Lezatnya
Jangan mengaku penikmat kuliner khas Tionghoa jika belum menyantap century egg (telur abadi). Sejumlah kalangan menyebut telur ini dengan one thousand year egg karena proses pembuatan yang cukup memakan waktu. Disimpan dalam waktu yang cukup lama hingga berabad-abad. Karena itu disebut century egg. Menurut legenda, century egg sudah ada sejak zaman Dinasti Ming di Cina. Penemu sajian berbahan telur bebek, puyuh, dan ayam adalah seorang warga dari Hunan yang menemukan sebutir telur bebek tersisa di kolam renang atau kapur mati lalu membuka cangkang dan menyantap telur itu. Karena cukup banyak masyarakat yang percaya akan legenda itu, mereka pun melakukan uji coba sendiri. Direndamlah telur ayam, bebek, atau puyuh yang baru menetas ke dalam rendaman air garam yang dicampur abu, kapur, dan sekam padi. Setelah melewati waktu perendaman selama tiga hingga lima minggu, tekstur dari century egg itu akan berubah tidak seperti telur kebanyakan. Kuning telur terasa lebih creamy, tekstur yang mirip keju, dan daging telur berwarna putih berubah jadi gelap sedikit kenyal mirip agar-agar. Ada juga yang menamai egg century ini dengan Thai khai Yiao Ma yang jika diterjemahkan menjadi telur urin kuda. Sebab, telah terjadi kesalahpahaman di antara masyarakat Cina yang menganggap century egg ini direndam ke dalam air seni kuda. Kesalahpahaman muncul akibat bau century egg yang terlalu menyengat. Sumber: terselubung.in

Jangan mengaku penikmat kuliner khas Tionghoa jika belum menyantap century egg (telur abadi). Sejumlah kalangan menyebut telur ini dengan...

Tionghoa: DARK SIDE DIMENSION 4 Preman Paling Ditakuti di indonesi 1. Hercules. Hercules adalah sosok preman paling ditakuti di daerah Jakarta. Dia memiliki komplotan yang sering meresahkan warga. Tak ada yang berani melawan sosok pria bertubuh kurus ini karena dia dianggap orang yang sangat kuat. Dia sudah lolos dari maut beberapa kali, tangan kanannya putus, dan diganti dengan tangan palsu, bola mata kanannya juga diganti dengan bola mata palsu setelah terkena timah panas dari lawannya. Hercules juga pernah dibacok lebih dari 10 kali, tapi dia tetap selamat. Konon, Hercules punya ilmu kebal yang didapat dari Baduy Dalam. 2. John Kei. John Refra Kei alias John Kei pernah adu kekuatan dengan Hercules. Pria asal Maluku Utara itu punya bisnis sebagai debt collector atau penagih utang di wilayah Jakarta. Namanya mulai terkenal setelah dia melakukan pembunuhan terhadap rivalnya, Basri Sangaji pada tahun 2004. Selain itu John Kei juga terlibat dalam beberapa kasus pembunuhan dan kerusakan di Jakarta yang membuatnya harus keluar masuk penjara. 3. Anton Medan. Preman keturunan Tionghoa ini lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara dengan nama asli Tan Hok Liang. Anton Medan adalah sosok preman yang ganas dan juga seorang bandar judi. Namun sejak tahun 1992, dia memutuskan berhenti jadi preman dan kemudian masuk Islam. Setelah insyaf, dia bahkan membangun Masjid Jami Tan Hok Liang di daerah Cibinong. 4. Sahara Oloan Panggabean. Sama dengan Anton Medan, Sahara Oloan Panggabean juga berasal dari Sumatera Utara. Dia adalah sosok preman terkemuka di daerahnya yang mempunyai banyak penjaga. Tak sembarang orang bisa bertemu dengan Sahara. Bisnis yang dijalankannya adalah debt collector dan perjudian. Meskipun Sahara terdengar garang, tapi ada kabar kalau dia sering membantu banyak orang di Sumatera Utara, mulai dari membiayai pendidikan, dan bahkan biaya pengobatan. Dia meninggal pada bulan April 2009 silam. Sumber: www.wowmenariknya.com
Tionghoa: DARK SIDE
 DIMENSION
 4 Preman
 Paling Ditakuti
 di indonesi
1. Hercules. Hercules adalah sosok preman paling ditakuti di daerah Jakarta. Dia memiliki komplotan yang sering meresahkan warga. Tak ada yang berani melawan sosok pria bertubuh kurus ini karena dia dianggap orang yang sangat kuat. Dia sudah lolos dari maut beberapa kali, tangan kanannya putus, dan diganti dengan tangan palsu, bola mata kanannya juga diganti dengan bola mata palsu setelah terkena timah panas dari lawannya. Hercules juga pernah dibacok lebih dari 10 kali, tapi dia tetap selamat. Konon, Hercules punya ilmu kebal yang didapat dari Baduy Dalam. 2. John Kei. John Refra Kei alias John Kei pernah adu kekuatan dengan Hercules. Pria asal Maluku Utara itu punya bisnis sebagai debt collector atau penagih utang di wilayah Jakarta. Namanya mulai terkenal setelah dia melakukan pembunuhan terhadap rivalnya, Basri Sangaji pada tahun 2004. Selain itu John Kei juga terlibat dalam beberapa kasus pembunuhan dan kerusakan di Jakarta yang membuatnya harus keluar masuk penjara. 3. Anton Medan. Preman keturunan Tionghoa ini lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara dengan nama asli Tan Hok Liang. Anton Medan adalah sosok preman yang ganas dan juga seorang bandar judi. Namun sejak tahun 1992, dia memutuskan berhenti jadi preman dan kemudian masuk Islam. Setelah insyaf, dia bahkan membangun Masjid Jami Tan Hok Liang di daerah Cibinong. 4. Sahara Oloan Panggabean. Sama dengan Anton Medan, Sahara Oloan Panggabean juga berasal dari Sumatera Utara. Dia adalah sosok preman terkemuka di daerahnya yang mempunyai banyak penjaga. Tak sembarang orang bisa bertemu dengan Sahara. Bisnis yang dijalankannya adalah debt collector dan perjudian. Meskipun Sahara terdengar garang, tapi ada kabar kalau dia sering membantu banyak orang di Sumatera Utara, mulai dari membiayai pendidikan, dan bahkan biaya pengobatan. Dia meninggal pada bulan April 2009 silam. Sumber: www.wowmenariknya.com

1. Hercules. Hercules adalah sosok preman paling ditakuti di daerah Jakarta. Dia memiliki komplotan yang sering meresahkan warga. Tak ada...

Tionghoa: ARK SI DIME Ritual Mistik Panjang umur GODDoD Di Pasar Baru, Jakarta Pusat, tepatnya di Gang Tepekong ada sebuah kisah yang unik, yaitu ritual memperpanjang umur. Mereka yang mengikuti upacara sakral ini adalah orang-orang keturunan Tionghoa yang berstatus sosial mewah. Sebab untuk sekali menggelar upacara ini seorang peserta dikenakan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah. Upacara itu adalah sebuah budaya Tiongkok Kuno yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Dalam upacara itu seseorang bisa memperpanjang usianya hingga 10 tahun ke depan Tapi seorang pendeta Budha di sana menolak mengatakan kalau ritual itu adalah ritual menunda kematian. Menurutnya, tak seorang manusia pun yang sanggup menunda kematiannya. Jika ajal sudah menjemput, tak ada lagi yang mampu menundanya, itu semua adalah kehendak Tuhan. Di tempat terpisah, Teddy Agustino, seorang paranormal berdarah Tionghoa menjelaskan lebih rinci ritual mistik memperpanjang umur. Ritual memperpanjang umur itu diawali dengan membuka 7 titik aura yang terdapat dalam tubuh manusia. Dalam budaya Tionghoa Kuno, untuk membuka 7 titik aura itu, seseorang harus menjalani meditasi dalam air atau di bawah air terjun. Namun seiring dengan perjalanan waktu, Teddy kemudian memodifikasinya dengan siraman 7 bunga yang disesuaikan dengan tradisi Jawa. Prosesi selanjutnya adalah pemotongan ayam hitam cemani ayam putih polos. Menurut Teddy, prosesi ini adalah untuk memanggil kekuatan gaib para dewa Terakhir adalah pemotongan lidah pemimpin ritual. Orang Cina banyak yang menggunakan darah manusia untuk menulis rajah, mantera penolak bala atau Hu. Darah yang mengalir dari lidah itu kemudian ditampung dalam satu wadah untuk kemudian dicipratkan ke kiri dan ke kanan. Sejatinya, pemotongan ayam hitam dan putih serta pemotongan lidah itu adalah wujud kurban seseorang agar kematiannya ditunda. Sumber: http:-m.forum.liputan6.com
Tionghoa: ARK SI
 DIME
 Ritual Mistik
 Panjang umur
GODDoD Di Pasar Baru, Jakarta Pusat, tepatnya di Gang Tepekong ada sebuah kisah yang unik, yaitu ritual memperpanjang umur. Mereka yang mengikuti upacara sakral ini adalah orang-orang keturunan Tionghoa yang berstatus sosial mewah. Sebab untuk sekali menggelar upacara ini seorang peserta dikenakan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah. Upacara itu adalah sebuah budaya Tiongkok Kuno yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Dalam upacara itu seseorang bisa memperpanjang usianya hingga 10 tahun ke depan Tapi seorang pendeta Budha di sana menolak mengatakan kalau ritual itu adalah ritual menunda kematian. Menurutnya, tak seorang manusia pun yang sanggup menunda kematiannya. Jika ajal sudah menjemput, tak ada lagi yang mampu menundanya, itu semua adalah kehendak Tuhan. Di tempat terpisah, Teddy Agustino, seorang paranormal berdarah Tionghoa menjelaskan lebih rinci ritual mistik memperpanjang umur. Ritual memperpanjang umur itu diawali dengan membuka 7 titik aura yang terdapat dalam tubuh manusia. Dalam budaya Tionghoa Kuno, untuk membuka 7 titik aura itu, seseorang harus menjalani meditasi dalam air atau di bawah air terjun. Namun seiring dengan perjalanan waktu, Teddy kemudian memodifikasinya dengan siraman 7 bunga yang disesuaikan dengan tradisi Jawa. Prosesi selanjutnya adalah pemotongan ayam hitam cemani ayam putih polos. Menurut Teddy, prosesi ini adalah untuk memanggil kekuatan gaib para dewa Terakhir adalah pemotongan lidah pemimpin ritual. Orang Cina banyak yang menggunakan darah manusia untuk menulis rajah, mantera penolak bala atau Hu. Darah yang mengalir dari lidah itu kemudian ditampung dalam satu wadah untuk kemudian dicipratkan ke kiri dan ke kanan. Sejatinya, pemotongan ayam hitam dan putih serta pemotongan lidah itu adalah wujud kurban seseorang agar kematiannya ditunda. Sumber: http:-m.forum.liputan6.com

GODDoD Di Pasar Baru, Jakarta Pusat, tepatnya di Gang Tepekong ada sebuah kisah yang unik, yaitu ritual memperpanjang umur. Mereka yang m...

Tionghoa: DARK SIDE DF DIMENSION mWar Congo di Masa Pki 1965 D-O-D HUMANDoD Artikel ini melihat peristiwa 1965 dari perspektif para algojo. Tak ada niat membuka aib atau menyudutkan para pelaku. Politik Indonesia pada masa itu sangat kompleks. Untuk pertama kalinya dalam sejarah film Indonesia, sebuah film dokumenter menampilkan pengakuan seorang algojo PKI. Namanya Anwar Congo. Ia preman bioskop Medan. Dalam film The Act of Killing yang dibesut sutradara Joshua Oppenheimer itu, ia memperagakan ulang kekerasan-kekerasan yang pernah dilakukannya. Film itu menampilkan kesadaran Anwar tentang bagaimana menjadi seorang pembunuh dan bagaimana seandainya menjadi korban yang dibunuh Saat The Act of Killing diputar di Festival Film Toronto, pers Barat menyebut film itu mengerikan dan mengguncang batin. Itu karena Anwar tampak bangga dengan tindakannya. Bisakah film ini mengubah cara pandang masyarakat Indonesia tentang sejarah kelam 1965? "Saya menghabisi orang PKI dengan gembira," katanya. Dalam sebuah adegan, bersama rekannya sesama algojo 1965, ia terlihat naik mobil terbuka menyusuri jalan-jalan di Medan Mereka bernostalgia ke tempat-tempat mereka pernah membunuh, di antaranya sepotong jalan tempat ia menyembelih banyak warga keturunan Tionghoa "Setiap ketemu Cina, langsung saya tikamโ€ฆ." Pengakuan "jujur" preman bernama Anwar Congo tersebut bisa membuat siapa saja terperangah. Ada heroisme di situ. Anwar mengesankan dirinya penyelamat bangsa. Satu versi menyebutkan hampir satu juta orang PKI terbunuh pasca-1965. Ini pelanggaran hak asasi berat. Anwar hanyalah salah satu pelaku pembunuhan. Di berbagai daerah, masih banyak "Anwar" lain. Anwar, yang dalam film terlihat brutal, mengalami pergolakan batin tentang apa yang diperbuatnya. Menurut Oppenheimer, sang sutradara, sepanjang pembuatan film, Anwar ada kalanya seperti menyesali perbuatannya Rasa heroik dan bersalah bersitegang di dalam diri mantan algojo. Seorang mantan jagal harus dipasung keluarganya karena, bila mengingat-ingat pembunuhan yang dilakukannya, ia ke luar rumah mengayun-ayunkan parang dan celurit. Anwar Congo Algojo di Masa PKI Sumber: http:-m.tempo.co
Tionghoa: DARK SIDE
 DF DIMENSION
 mWar Congo
 di Masa
 Pki 1965
 D-O-D
HUMANDoD Artikel ini melihat peristiwa 1965 dari perspektif para algojo. Tak ada niat membuka aib atau menyudutkan para pelaku. Politik Indonesia pada masa itu sangat kompleks. Untuk pertama kalinya dalam sejarah film Indonesia, sebuah film dokumenter menampilkan pengakuan seorang algojo PKI. Namanya Anwar Congo. Ia preman bioskop Medan. Dalam film The Act of Killing yang dibesut sutradara Joshua Oppenheimer itu, ia memperagakan ulang kekerasan-kekerasan yang pernah dilakukannya. Film itu menampilkan kesadaran Anwar tentang bagaimana menjadi seorang pembunuh dan bagaimana seandainya menjadi korban yang dibunuh Saat The Act of Killing diputar di Festival Film Toronto, pers Barat menyebut film itu mengerikan dan mengguncang batin. Itu karena Anwar tampak bangga dengan tindakannya. Bisakah film ini mengubah cara pandang masyarakat Indonesia tentang sejarah kelam 1965? "Saya menghabisi orang PKI dengan gembira," katanya. Dalam sebuah adegan, bersama rekannya sesama algojo 1965, ia terlihat naik mobil terbuka menyusuri jalan-jalan di Medan Mereka bernostalgia ke tempat-tempat mereka pernah membunuh, di antaranya sepotong jalan tempat ia menyembelih banyak warga keturunan Tionghoa "Setiap ketemu Cina, langsung saya tikamโ€ฆ." Pengakuan "jujur" preman bernama Anwar Congo tersebut bisa membuat siapa saja terperangah. Ada heroisme di situ. Anwar mengesankan dirinya penyelamat bangsa. Satu versi menyebutkan hampir satu juta orang PKI terbunuh pasca-1965. Ini pelanggaran hak asasi berat. Anwar hanyalah salah satu pelaku pembunuhan. Di berbagai daerah, masih banyak "Anwar" lain. Anwar, yang dalam film terlihat brutal, mengalami pergolakan batin tentang apa yang diperbuatnya. Menurut Oppenheimer, sang sutradara, sepanjang pembuatan film, Anwar ada kalanya seperti menyesali perbuatannya Rasa heroik dan bersalah bersitegang di dalam diri mantan algojo. Seorang mantan jagal harus dipasung keluarganya karena, bila mengingat-ingat pembunuhan yang dilakukannya, ia ke luar rumah mengayun-ayunkan parang dan celurit. Anwar Congo Algojo di Masa PKI Sumber: http:-m.tempo.co

HUMANDoD Artikel ini melihat peristiwa 1965 dari perspektif para algojo. Tak ada niat membuka aib atau menyudutkan para pelaku. Politik I...